looking for a petal here

2016/06/14

An Innocent


That girl,
the bright one girl.
She is cheerful,
she is a kind of optimistic girl,
she has a dream,
much fears and weaknesses.

She met a young White Squid,
in a rainy season.
The cute one,
a kind of funny Squid,
he’s so kind,
he’s as pure as his skin.

She fell in love,
she fell for his kindness,
she fell for his cuteness,
but then,
the young White Squid had to leave her.

She thought it was her mistake,
she thought it was her fault,
she blamed herself.
Once she realized.
“He’s too cruel!” she said.

Then she thought,
Again, again and again,
 In fact she found,
She was wrong.

It’s her fault
Her mistake, 
because she is....
She is…..
Too innocent.

Now she knows,
even a White Squid has a blue-black ink inside.

2015/03/29

Sakura

“kondisimu sudah mulai membaik. Dengan melakukan kemo tiga atau empat kali lagi kau sudah bisa pulang kerumah.” Tutur perawat yang sedang mendorongku kembali ke kamar perawatan.
Aku hanya membalas dengan senyuman penuh harap semua perkataan perawat atau dokter yang menyatakan kalau kondisiku sudah membaik. Entah berapa kali sudah aku mendengar peryataan itu, dan entah sudah berapa banyak juga senyuman penuh harapan kulontarkan pada mereka sampai pada kenyataannya sekarang aku belum juga di izinkan pulang kerumah dan beraktivitas layaknya orang yang normal.

Dokter dan perawat yang terburu buru, suara nyaring sirine ambulan, suara tangisan para keluarga pasien di UGD sudah hampir dua  bulan ini kunikmati. Sejak pertengahan februari lalu tepatnya sehari setelah aku merayakan hari kasih sayang aku tak sadarkan diri dan terdiaknosa kanker pankreas stadium akhir. Sejak saat itu kondisiku melemah dan harus menjalani perawatan intesif dan kemoterapi. Seminggu setelah itu juga aku kehilangan kekasihku, dia pergi entah kemana setelah tahu aku sakit keras. Sejak saat itu rumah sakit telah menjadi rumah keduaku, aku mulai akrab dengan seluruh penghuni rumah sakit, baik yang hanya menginap untuk beberapa malam atau bahkan dengan mereka yang menghembuskan nafas terakhirnya disini.

“tunggu sebentar..”
Sebuah lukisan bunga berwarna putih dengan rona merah muda di lobby membuatku penasaran, baru kali ini aku melihat ada bunga yang sesederhana itu dan cantik.
“itu bunga apa?” tanyaku pada perawat yang membawaku
“aku belum pernah melihatnya”
“benarkah kau belum pernah melihatnya?” Tanya perawat itu seolah tidak percaya
“bunga itu memiliki nama yang sama denganmu” Ungkapnya sembari membawaku masuk ke lift kembali menuju kamar tempatku menginap.
Sesampainya di kamar aku mencari tahu apa dan bagaimana rupa sakura sebenarnya.
Sudah 16 tahun lebih aku menyandang nama Sakura dan baru sekarang aku mengetahui bahwa Sakura adalah bunga berwarna putih yang nampak suci dengan rona merah muda yang sangat sederhana namun cantik sekali. Bunga yang menjadi ikon Negara jepang ini memang belum pernah kulihat.
“aku ingin merasakannya, aku ingin melihatnya” gumamku sembari menatap layar handphone yang di penuhi gambar bunga sakura.
Semakin aku mencaritahu tentang keindahannya semakin ingin aku melihat, menyentuh, dan mengirup segar baunya.
Saat aku sedang asyik melukiskan betapa indahnya sakura di dalam fantasiku tiba-tiba seorang pria paruh baya menepuk pundakku.
“hey.. apa yang sedang dipikirkan gadis kecil ayah ini, sampai tak menyadari kehadiran ayahnya?” Tutur ayah yang memecah lamunanku
“ayah” balasku sembari melingkarkan tanganku di pinggangnya.
“ayah aku kangen, setelah ini apa ayah akan pergi lagi?”
Dengan nada yang sedikit memanja aku ingin memastikan dan berharap kata tidak akan terucap dari bibir dibawah kumis tipis itu. Namun hanya senyuman manis dan sorot mata sipitnya itu yang menjawabnya.

Ayahku adalah seorang wartawan, tak heran jika dia sering pergi meninggalkanku demi melepaskan dahaga masyarakat yang haus akan informasi mengenai suatu kejadian yang sedang booming di luar sana. Sering sekali aku merasa kesepian ditinggalkannya, karena memang hanya dia satu-satunya yang kumiliki.
Ibuku meninggal saat aku berusia enam tahun karena kecelakaan pesawat saat akan pergi ke Jepang. Sejak saat itu ayah selalu melarangku mencari tahu tentang jepang dan ayah juga selalu menolak tawaran meliput berita di Jepang seperti yang dilakukannya minggu lalu saat mendapat tawaran meliput Hanami di Jepang bulan depan, ia menolaknya dengan alasan karena hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunku. Tak heran jika sampai saat ini aku tak tahu banyak tentang sakura.

“ayah..”
“iya sayang?”
“aku ingin ke jepang”
Dengan gemetar aku memberanikan diri mengutarakan kata tersebut, yang akhirnya membuat ayah hanya terdiam terpaku memandangku. Entah bentuk ekspresi marah atau apa aku sendiri juga tak tahu.
“aku ingin melihat sakura” tambahku dengan mata memelas yang membuat ayah melepas dekapannya,lalu mengalihkan pandangannya ke jendela sembari menghela nafas, seolah kecewa mendengar permintaanku itu.
“pak Agung boleh minta waktunya sebentar, dokter ingin bicara kepada anda”
Belum sempat ayah menanggapi permintanku perawat memanggilnya untuk menghadap kepada dokter.

04 April 2014
“ayah.. lihat bunganya cantik bukan?”
“sudah kubilang kita tidak akan sia sia melihatnya, untung kita datang tepat waktu”
“mereka bilang sakura memiliki siklus hidup yang sangat singkat, hanya dua minggu”
“kita benar benar beruntung datang tepat waktu yah..”
Ayah hanya membalas semua ocehanku dengan senyuman. Sepertinya ayah senang melihatku bahagia karena bertemu dengan Sakura.
Ya aku memang bahagia yah, karena pada akhirnya aku bisa melihat bunga sakura dan tidak merasakan rasa sakit lagi di sekujur tubuhku. Aku sembuh benar benar sembuh.
Tanpa pikir panjang aku mengajak ayah berhenti sejenak dan mengatakan sesuatu
“ayah hari ini adalah hari ulang tahunku bukan? Aku mempunyai satu permintaan. Tapi sebelumnya aku ingin berterimakasih, karena kau sudah memenuhi janjimu untuk pergi ke jepang melihat bunga sakura demi aku. Terimakasih telah menjagaku dan merawakku selama ini. Dihari ulang tahunku ini aku hanya meminta satu hal saja, ketika aku pergi nanti pulanglah bawalah bersamamu beberapa kelopak bunga sakura yang jatuh mengenaimu. Ayah aku mencintaimu. Jaga dirimu baik-baik.”
Dengan langkah pasti dan senyum termanis aku berjalan pergi meninggalkan ayah di antara gugurnya bunga sakura. Airmataku seketika mengalir saat melihat ayah menangis.

Di dalam pesawat Agung terdiam, sesekali matanya menenteskan airmata melihat setangkai bunga sakura yang ia pangku dihadapanya. Ia teringat anak semata wayang dan istrinya yang begitu mencintai sakura. 
Hari ini dia terpaksa harus kembali ke Indonesia untuk mempersiapkan pemakaman putri semata wayangnya yang semalam tepat di hari ulangtahunnya datang menemuinya.

04 April 2015
Sekarang seakan menjadi sebuah kebiasaan, setiap tahun saat musim semi tiba Agung selalu pergi ke Jepang untuk sekedar memetik bunga Sakura dan meletakkannya di kedua nisan orang yang paling ia cintai. Tak jarang ia juga membawakan kue strawberi berhiaskan pondan berbentuk bunga sakura yang tengah mekar jika hari itu bertepatan dengan hari jadi anaknya persis seperti hari ini. Sekarang dia benar benar sendiri. 


Sakura , hidupmu memang singkat. Tapi keindahan, kecantikan, kehangatan yang kau bawa, kesederhanaan yang ada pada dirimu semuanya mampu membuatmu dirindukan. kau telah menunjukkan pada dunia bahwa memiliki hidup singkat bukan berarti tidak ada artinya. Melainkan keidahan itu selalu ada dalam setiap detiknya, semuanya tergantung pada kita yang akan mengabaikan artinya atau menikmatinya dan membuatnya berarti.
- a.l

2015/03/22

Untrue Summer

We met in summer,
when there was a joy.
We played,
we learnt,
we laughed.
We were happy.
Together.

Yesterday was fall.
One by one,
the leaf had fallen.
Left the tree alone

Now it is winter.
Brain,
Heart,
Everything is frozen.
The joy is leaving,
with no happiness at all.

Storm comes and goes.
Try to crashing the tree down.
It is painful.
Honest.

Where are they?
They said they will care.
They don't,
they won't.
They lied.

Friends.
Some Friends.
A friend. 

2014/10/18

Portulaca


The flowers grew from the same root.
It has different colour.
It’s similar.
Both born from the same womb
But,
Have many differences.

You and me.
We are hating,
We are loving.

Maybe i hate you
But,
Why i always getting sad.
Getting sad,
Whenever we arguing each other.

Maybe i love you
But,
Why i always dislike.
Dislike,
Every little things that you do.

Sorry,
I can’t say that word.
It’s hard to say that word.

I love you.
That word,
I wanna whisper it to you.
Hug you tightly.
Like i used to do in the past.

Like this portulaca.

I wanna grow up together with you,
With these differences,
i want us to complete each other.

With love from that root,
Let’s make them jealous.
Jealous of our beautification.
Our different beautification.

I wanna grow together,
Without arguing,
Without hating.

Just it.
I want us to love each other.
Just it.
Just end it.
I’m tired.

Say that you love me,
And i will say
I love you too.
Then we become,
The most beautiful flowers with these differences.

2014/06/08

The Lonely Little Turtle

Belum pernah sebelumnya ia merasakan sepi yang sesepi ini.
Sering kali ia ditinggalkan, dan seperti biasa juga ia melakukan segalanya dengan semaunya. Tak ada rasa takut, kesepian, atau apapun. dia hanya merasa senang, damai, bahagia, seakan privasinya terpenuhi.
Tapi seiring berjalannya waktu anak penyu itu sadar, bahwa sekarang dia benar benar sendiri.
Sendiri
 Hanya dirinya dan ketakutan akan sendiri itu membuatnya mulai menangis.
Menangis bahwa ternyata sekarang dia benar benar sendiri, tak ada seorangpun yang bersamanya.
Tak satupun.
Mereka terlalu sibuk dengan urusannya masing masing.
Tenyata seperti ini rasanya,
Saat dimana kau menjadi dewasa ,
dilepas untuk menghadapi segala sesuatunya sendiri.
Tak satupun mendampingi.
Dia, mereka, segalanya.
Tak satupun bersamamu.
Ternyata seperti ini yang dinamakan kesepian.
Jadi seperti  inikah yang disebut kesepian.
Lalu bagaimana penyu itu mampu  bertahan dengan kesepiannya,
 menghadapi ganasnya ombak kehidupan yang mengerikan.
 Tidakkah kau tahu penyu kecil itu merasa takut.
Merasa sepi...
Kenapa tak satupun memperdulikannya.
 Tak tahukah kau dia merasa lelah,
lelah bertarung dengan ombak kehidupan yang sering sekali melukainya.
Dia merasa lelah.
 Dan tak satupun berada di sisinya.
 Penyu kecil itu benar benar ingin mengakhiri segalanya.

Dia sudah akan mengakhiri segalanya saat tak satupun bersamanya! 

Andai tak ada surga atau neraka sebagai pilihan, penyu itu mungkin sudah menyerah akan hidupnya.
Bukan.
Andai saja jika dia tidak ingat akan Tuhan yang selama ini merangkaikan hidup untuknya, dia sudah akan mengakhiri hidupnya.
Tidak.
Andai saja jika dia tak ingat bahwa Tuhan selalu bersamanya. Dia sudah akan mati dalam kesendirian itu.

Tuhan .
Penyu kecil itu tak sendiri, ada Tuhan yang selalu bersamanya. Ada malaikat malaikat yang mengelilinginya. Menjadi teman dalam sendiri. Menjadi tempat mencurahkan segala sesuatu, dan menjadi penolong di setiap kesusahan yang dia alami.

Dia tak sendiri.

Pada akhirnya penyu itu sadar bahwa ada saatnya dia dibiarkan sendiri, untuk mengingat akan adanya Tuhan yang selalu bersamanya. Dan untuk sekedar mengajarkan padanya agar lebih menghargai mereka yang ada disisinya sebelum mereka benar benar pergi.

Asal Kau Tahu saja Menunggu itu Melelahkan

Saat itu aku sedang duduk manis mencari angin segar bersama mereka. Saat tiba tiba kau melintas dihadapanku, dengan wajah yang sangat polos. Bagai angin segar yang menyejukkan pandanganku. Wajah yang entah dari sudut mana dia memancarakan pesonanya. Aku akui terhitung sejak saat itu aku mulai sering memandangimu. Setelah sekian lama kita berada di kelas yang sama, entah kenapa baru sekarang aku sadar bahwa sebenarnya kau itu benar benar mempesona.
Hampir setiap hari aku bertemu denganmu, dan sesering itulah aku mulai memperhatikanmu. Sekarang setelah hari itu, mataku seolah tak mau lepas memandangimu. Aku tak ingin menyianyiakan kesempatan itu. kesempatan melihatmu dari dekat. kesempatan yang selama satu semester lalu kuabaikan.
Sejak saat itu aku mulai merasakan hal aneh, aku merasa ada yang aneh saat kamu tak ada di kelas, aku mencarimu. Dan aku merasa benar benar bersemangat saat akan menghadiri kelas yang ada kamu didalamnya.
Sejak aku merasakan keanehan itu, aku sadar...
kurasa aku menyukaimu,
iya benar aku memang sudah terlanjur menyukaimu.
Rasa suka yang berbeda dengan yang sebelumnya, benar benar beda.
Banyak kesempatan yang datang padaku untuk mendekatimu, tapi entah kenapa aku malah merasa gugup saat kesempatan itu datang padaku. Awalnya kupikir tak apalah menyukaimu dalam diam. Biar aku, tuhan, dan teman temanku saja yang tahu. Tapi......
Hal yang tak pernah kuduga sebelumnya datang menimpaku.
Temanmu,  datang mendekatiku.
Dia datang menawarkan perhatiannya kepadaku saat aku berharap kau yang melakukan itu.
Dia temanmu itu datang mendekatiku, melalui chat kita (aku dan dia) mulai dekat. Iya dekat, tapi hatiku tidak.
Dihari ulang tahunku, hari dimana aku bertambah dewasa, di hari itu sesuai janjiku kepada mereka sahabatku. Aku akan mengatakan bahwa selama ini aku menyukaimu. Di hari itu aku benar benar merasa kacau, mempersiapkan diri membuang malu hanya untuk mengatakan aku menyukaimu. Baiklah akan kukatakan nanti seusai kelas.
Seusai kelas kupikir aku akan mengatakannya, tapi ternyata....
Karena kebodohanku melewatkan kesempatan yang ada,
Temanmu mendahului janjiku. Dia terlebih dulu menyatakan kalau dia menyukaiku, dan dia ingin aku menjadi kekasihnya.
Jujur aku katakan padanya aku tidak bisa, dengan alasan aku menyukai orang lain.
Senang rasanya dia bisa mengerti, dan tidak memaksa. Tapi masih ada satu hal yang mengganjal, yaitu rasa suka ku padamu.
Saat akan pulang akhirnya, kuputuskan untuk mengatakan padamu.
Akhirnya kuberanikan diriku menyatakan ini,
Dengan alibi aku kalah dalam truth  or dare ku bilang padamu kalau sebenarnya aku menyukaimu.
:’)
Lega rasanya, akhirnya kata “aku menyukaimu” dapat kusampaikan padamu.
Pada awalnya, tak apa bagiku jika kamu tak merespon. Tapi entah kenapa semakin hari aku semakin di buat bingung dengan sebenarnya bagaimana perasaanmu saat aku menyatakan itu.
Terlebih lagi saat aku ingat kau me-DM ku sesaat setelah aku mengatakan itu meski hanya megucap selamat ulang tahun. Sekarang aku benar benar bingung. Dan sekarang aku butuh jawaban,tentang apa yang harus aku lakukan setelah ini. Move on? Atau Menunggu?
Aku benar benar bingung, apa yang harus kulakukan selanjutnya, aku tak mungkin menunggu jika memang kamu tak memiliki respon apa apa untukku, tapi aku juga tak bisa berpindah kelain hati kalau ternyata kamu berniat memberi kesempatan itu.
Dan pada akhirnya kuminta temanku menanyakan hal itu.
 karena aku sudah memutuskan,
jika sampai saat dimana pernyataan itu tak juga kau respon dengan tegas, aku akan berpindah hati. Maaf.. karena aku tak suka menunggu. Itu melelahkan. :’)


Kalau pada akhirnya tak dapat termiliki
harusnya
sejak awal tak menyukai
tidak
harusnya 
sejak awal tidak melihat
bukan
sejak awal
harunya
tidak pernah bertemu


inspired by hers love story. my best friend. ^^ 


2014/04/19

Kau Harusnya Tahu

Untuk pertama kalinya aku melakukan hal hal yang diluar kebiasaanku.
Aku mulai tertarik menggunakan cream untuk mempercantik wajahku,
Sejak awal memang aku tak pernah melakukan perawatan seperti itu,
Menahan perihnya pengelupasan kulit mati,
Menahan rasa gatal,
Semua ketidaknyamanan  itu tak pernah kualami sebelumnya,
Namun saat itu kubulatkan tekatku untuk melakukan perubahan kecil,
Kuterima tawaran dari ibu yang entah sudah berapa kali ku tolak sebelumnya.
Kulakukan semua itu karena mu,
Karena aku menyukaimu.
Tapi......
15 april 2014
Hari itu sehari setelah aku genap berusia 19 tahun.
Aku memutuskan diam diam melihat akun pribadimu,
Dan hari itu juga aku merasakan hal yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Dengan bodohnya aku menangisi gambar yang menjadi foto profilmu.
Kemarin di hari jadiku, sejujurnya aku hanya ingin melihatmu. 
atau lebih tepatnya melihat senyumu.
Sebagai kado terindah yang kuinginkan,
Karena memilikimu pun tak mungkin jadi kado untukku saat ini.
Jadi setidaknya hari itu aku berharap kau ada dihadapanku,
Sebagai penggantinya.
Tapi seharian aku berada di kampus,
Tak sekilaspun aku melihatmu.
Karena itu keesokkan harinya aku melihat akun SNSmu,
Tapi ternyata aku malah merasakan sakit karena satu foto itu..    
Dalam foto itu terlihat jelas kau begitu bahagia, begitu juga dengannya.
Senyum penuh kebahagiaan terpancar diantara tatapanmu dengannya.
Betapa bahagianya kalian.
Saat itu juga,
Diantara senyum bahagia itu, air mataku menetes dengan menyedihkan.
Hari itu aku benar benar merasa marah,konyol,bodoh, bahkan malu pada diriku sendiri.
What a pity!
Aku terlihat sangat konyol dan menyedihkan.
Apa cinta selalu berakhir seperti ini..
Untuk kesekian kalinya aku harus memutuskan lagi..
Meninggalkan semua tanpa ada kesempatan untuk dicoba.
Tak bisakah kau memberiku satu saja kesempatan untuk mencoba?
Hanya sekali saja,
Sekali dan aku berjanji akan menyerah jika memang aku tak mampu.
Setidaknya biarkan aku mencoba.
Jika seperti ini terus aku benar benar akan dicap sebagai orang terkonyol.
Aku selalu mengakhiri segala sesuatu yang kumulai sendiri tanpa ada kesempatan untuk dicoba.
Selalu menyerah pada akhirnya tanpa ada kesempatan untuk dicoba.
Kumohon padamu tolong jika memang pada akhirnya kau akan tetap memilihnya,
Setidaknya tolong beri aku satu kesempatan.
Mungkin setelah kau beri kesempatan itu, aku yakin pasti aku akan bosan dan akan menyerah dengan sendirinya.
Kumohon padamu, satu kesempatan saja. Tolong.
Hanya satu kesempatan, ijinkan aku mencobanya sebelum aku benar benar menyerah.
Maaf jika memang aku terlalu egois, tapi bukankan aku juga berhak akan hal itu?

...............................................

Baiklah mungkin memang aku terlalu berlebihan,  karena memang ini pertama kalinya untukku.
Maafkan aku..
Aku tak mampu mengontrol hatiku.
Aku sudah lelah.. tak tahu lagi apa yang harus kulakukan.
Selain mengharap kesempatan darimu.
Aku benar benar minta maaf.
Bagiku ini tidak wajar, dan benar benar diluar logika.
Mulai sekarang aku akan mencoba mengakhirinya,
aku akan mengakhiri semuanya.
Aku akan berhenti berharap.
Aku akan memulai segalanya dari awal.
Melupakan segalanya, dan berjanji tidak akan lagi mencinta seorangpun.
Aku sudah benar benar lelah. Bukan satu atau kedua kalinya,
Sebenarnya kali ini ketiga kalinya.
Untuk ketiga kalinya aku selalu tidak memiliki kesempatan.
Aku benar benar muak. Lelah.

2014/04/07

Dear Miki

Dear Miki,

04 April 2014,
Hari dimana aku bertemu kamu.
Mungkin lebih tepatnya hari dimana aku menunggumu.
Aku menunggumu semata mata hanya karena aku ingin melihat wajah yang mampu melelehkan hatiku.
Wajah yang bagaikan sinar matahari yang perlahan mencairkan salju.
Bagai musim semi dadakan kala itu kau hadir dihadapanku.
Melihat matamu yang tajam menatapku,mata yang bagai kristal es itu.
Begitu dingin menatap tajam.
Aku jadi penasaran, bayangan apa yang mungkin terlintas dipikiranmu.
Apa yang kamu pikirkan saat aku yang salah tingkah ini menatap penuh kebahagiaan kepadamu.
Senang,bosan,biasa saja,atau bahkan benci.
Ingin aku sekali saja memiliki kemampuan membaca pikiranmu.
Agar aku tahu makna dari tatapan singkat yang tajam itu.
Aku tahu mungkin kau bosan, atau bahkan merasa risih ketika aku yang tak karuan ini sering sekali melempar pandangan kepadamu.
Bodoh! Benar benar bodoh.
Jujur kuakui aku tak pernah sekonyol ini.
Mencari cari kehadiran yang tak ingin kucari.
Menunggu seseorang yang tak ingin kutunggui.
Aku merelakan waktukku untuk menunggumu hadir didepan mataku.
benar benar bodoh membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berarti.
Meskipun saat kau hadir,tak ada yang bisa kulakukan.
Selain memuaskan pandanganku padamu.
Karena bagiku belum tentu besok aku bisa melihatmu lagi.
Maaf.
Mungkin kata itu yang harusnya kuucapkan padamu.
Maaf karena selama ini aku mengotori pandanganmu.
Maaf bila selama ini kamu merasa risih akan kehadiranku.
Tapi asal kau tahu kehadiranmu dihadapanku bagai bunga sakura.
Indah, menyenangkan, meski hanya sesaat.
Bagiku kamu dan bunga sakura itu sama.
Sama sama hal yang selalu kutunggu, kapan aku bisa melihatnya.
Bagiku kamu juga seperti bintang.
Indah, tapi tak bisa termiliki.
Begitu berartinya dirimu bagiku.
Tapi tidak dengan aku dimatamu.
Aku sadar akan tempatku.
Dalam buku yang kubaca penulisnya mengatakan

 “mereka yang berada dilangit hanya akan mencintai yang juga berada dilangit”

Dan kurasa itu memang benar.
Aku benar benar minta maaf.
Jadi terhitung dari saat itu,
Seperti yang telah kutulis sebelumnya.
Aku ingin mengakhiri semuanya.
Kan kulepas semua rasa dalam diam ini.
Aku yang memulainya sendiri, dan harus bisa kuakhiri sendiri.
Kan kutamatkan cerita ini meski tanpa ada akhir.
Cerita yang berawal tanpa awal harusnya juga diakhiri tanpa akhir.
Baik baiklah kamu dimanapun berada.
Biar Dia yang menjagamu.

Tangisan hitam dalam rona senyuman bunga cherry.

Dibulan April untuk Miki.

Kurasa telah mewakili segalanya.
Maaf dan Terimakasih.
                    
 Dari yang mencintamu dalam diam


by : yunaanee & caprilarnation. :') 




2014/04/04

Hai April

Hai..
April..
Bulan terindah sepanjang tahun.

Rona segar semerbak wangi bunga cherry,
Menyambut seluruh alam.
Akhirnya,
Penantian dari dinginnya kristal es,
Terbayar oleh kehangatan aroma bunga cherry.
Namun,
Angin merusak tatanan mahkotanya,
Tetesan air mata tuhan memaksanya untuk segera pergi,
Pupus daun hijau segar menduduki tahtanya.
Sungguh,
Hanya sekejap kebahagiaan itu datang.
Menyisakan kehangatan,
Melebur kebekuan hati.

Hai.. 
April..  
Di bulan ini,
Dua insan dilahirkan. 
Terpaut sangat  jauh, 
Terbentang antara sembilan tahun, sepuluh hari. 
Bagai bintang dan bintang laut, 
Yang entah kapan bisa bertemu. 
Satu mengawali , 
Dan yang lain menjadi kelopak terakhir. 
Keduanya dipaksa berpisah, 
Tanpa adanya pertemuan. 
Tak pernah bertemu, 
Bagaimana bisa, 
Saling mengenal. 
Tak pernah mengenal, 
Bagaimana bisa, 
Saling mencinta. 
Tak pernah mencinta, 
Bagaimana bisa, 
Berpisah. 
Ranting coklat kehidupan, 
Jadi saksi akan kemustahilan itu. 
Dari tahun ke tahun, 
Sampai pohon tempat mereka berdiam 
Mati termakan waktu. 

Hai..
April..
Apa yang salah?
Kenapa kau bersedih?
Bukannya harusnya kau berbahagia?
Bulan ini akan jadi milikmu?
Seutuhnya...
Tapi..
Kau nampak tak bahagia.
Apa yang salah?
Katakan padaku..
Hai..
April..
Entahlah..
Aku sendiri juga tak tahu.
Mungkin karena dia.
Dia pohon kristal es itu.
Dia tiba tiba tumbuh dan bersemayam disini,
Di titik pusat kehidupan yang kumiliki.
Awalnya dia nampak seperti,
Seperti pohon oak yang hangat.
Tapi...
Ternyata dia,
Tumbuh menjadi pohon kristal es.
Akarnya yang tajam dan kuat itu menyebar keseluruh bagian tubuhku.
Begitu dingin dan menyakitkan.
Tak sedikitpun kehangatan yang muncul.
Harusnya,
Sekarang,
Di bulan ini,
Segala kebekuan dan kedinginan itu sirnah.


April..
Sudahlah...
Hentikan..
Percayalah,
Di bulan ini,
Kehangatan itu,
Akan datang.
Kebekuan itu,
Akan terlebur.
Dia,
Sutradara yang mengatur segalanya,
Pasti akan bertanggung jawab.
Bersabarlah.
Nikmati harimu,
Abaikan kesakitan itu.
Kelak...
Kehangatan itu pasti datang.
Mencairkan segalanya.
Percayalah. 



Biru, Merah, Merah Jambu,Hijau dan sekarang Hitam.
Taukah kau apa arti dari semua warna itu?

Biru awal pertemuan.
Merah untuk pertama kalinya terhubung.
Merah jambu, senyuman pertama.
Hijau, keluguan dan keindahan itu makin terpancar.
Dan Hitam.. segalanya menjadi akhir dari penantian.
Tangisan Hitam dalam rona Senyuman Bunga Cherry,
di bulan April untuknya,