looking for a petal here

2014/06/08

The Lonely Little Turtle

Belum pernah sebelumnya ia merasakan sepi yang sesepi ini.
Sering kali ia ditinggalkan, dan seperti biasa juga ia melakukan segalanya dengan semaunya. Tak ada rasa takut, kesepian, atau apapun. dia hanya merasa senang, damai, bahagia, seakan privasinya terpenuhi.
Tapi seiring berjalannya waktu anak penyu itu sadar, bahwa sekarang dia benar benar sendiri.
Sendiri
 Hanya dirinya dan ketakutan akan sendiri itu membuatnya mulai menangis.
Menangis bahwa ternyata sekarang dia benar benar sendiri, tak ada seorangpun yang bersamanya.
Tak satupun.
Mereka terlalu sibuk dengan urusannya masing masing.
Tenyata seperti ini rasanya,
Saat dimana kau menjadi dewasa ,
dilepas untuk menghadapi segala sesuatunya sendiri.
Tak satupun mendampingi.
Dia, mereka, segalanya.
Tak satupun bersamamu.
Ternyata seperti ini yang dinamakan kesepian.
Jadi seperti  inikah yang disebut kesepian.
Lalu bagaimana penyu itu mampu  bertahan dengan kesepiannya,
 menghadapi ganasnya ombak kehidupan yang mengerikan.
 Tidakkah kau tahu penyu kecil itu merasa takut.
Merasa sepi...
Kenapa tak satupun memperdulikannya.
 Tak tahukah kau dia merasa lelah,
lelah bertarung dengan ombak kehidupan yang sering sekali melukainya.
Dia merasa lelah.
 Dan tak satupun berada di sisinya.
 Penyu kecil itu benar benar ingin mengakhiri segalanya.

Dia sudah akan mengakhiri segalanya saat tak satupun bersamanya! 

Andai tak ada surga atau neraka sebagai pilihan, penyu itu mungkin sudah menyerah akan hidupnya.
Bukan.
Andai saja jika dia tidak ingat akan Tuhan yang selama ini merangkaikan hidup untuknya, dia sudah akan mengakhiri hidupnya.
Tidak.
Andai saja jika dia tak ingat bahwa Tuhan selalu bersamanya. Dia sudah akan mati dalam kesendirian itu.

Tuhan .
Penyu kecil itu tak sendiri, ada Tuhan yang selalu bersamanya. Ada malaikat malaikat yang mengelilinginya. Menjadi teman dalam sendiri. Menjadi tempat mencurahkan segala sesuatu, dan menjadi penolong di setiap kesusahan yang dia alami.

Dia tak sendiri.

Pada akhirnya penyu itu sadar bahwa ada saatnya dia dibiarkan sendiri, untuk mengingat akan adanya Tuhan yang selalu bersamanya. Dan untuk sekedar mengajarkan padanya agar lebih menghargai mereka yang ada disisinya sebelum mereka benar benar pergi.