Belum pernah sebelumnya ia merasakan sepi yang sesepi ini.
Sering kali ia ditinggalkan, dan seperti biasa juga ia melakukan segalanya dengan semaunya. Tak
ada rasa takut, kesepian, atau apapun. dia hanya merasa senang, damai, bahagia,
seakan privasinya terpenuhi.
Tapi seiring berjalannya
waktu anak penyu itu sadar, bahwa sekarang dia benar benar sendiri.
Sendiri
Hanya dirinya dan ketakutan akan sendiri itu
membuatnya mulai menangis.
Menangis bahwa ternyata
sekarang dia benar benar sendiri, tak ada seorangpun yang bersamanya.
Tak satupun.
Mereka terlalu sibuk
dengan urusannya masing masing.
Tenyata seperti ini
rasanya,
Saat dimana kau menjadi
dewasa ,
dilepas untuk menghadapi
segala sesuatunya sendiri.
Tak satupun mendampingi.
Dia, mereka, segalanya.
Tak satupun bersamamu.
Ternyata seperti ini yang
dinamakan kesepian.
Jadi seperti inikah yang disebut kesepian.
Lalu bagaimana penyu itu
mampu bertahan dengan kesepiannya,
menghadapi ganasnya ombak kehidupan yang
mengerikan.
Tidakkah kau tahu penyu kecil itu merasa
takut.
Merasa sepi...
Kenapa tak satupun
memperdulikannya.
Tak tahukah kau dia merasa lelah,
lelah bertarung dengan
ombak kehidupan yang sering sekali melukainya.
Dia merasa lelah.
Dan tak satupun berada di sisinya.
Penyu kecil itu benar benar ingin mengakhiri
segalanya.
Dia sudah akan
mengakhiri segalanya saat tak satupun bersamanya!
Andai tak ada surga atau
neraka sebagai pilihan, penyu itu mungkin sudah menyerah akan hidupnya.
Bukan.
Andai saja jika dia tidak
ingat akan Tuhan yang selama ini merangkaikan hidup untuknya, dia sudah akan
mengakhiri hidupnya.
Tidak.
Andai saja jika dia tak
ingat bahwa Tuhan selalu bersamanya. Dia sudah akan mati dalam kesendirian itu.
Tuhan .
Penyu kecil itu tak
sendiri, ada Tuhan yang selalu bersamanya. Ada malaikat malaikat yang mengelilinginya.
Menjadi teman dalam sendiri. Menjadi tempat mencurahkan segala sesuatu, dan
menjadi penolong di setiap kesusahan yang dia alami.
Dia tak sendiri.
Pada akhirnya penyu itu
sadar bahwa ada saatnya dia dibiarkan sendiri, untuk mengingat akan adanya
Tuhan yang selalu bersamanya. Dan untuk sekedar mengajarkan padanya agar lebih
menghargai mereka yang ada disisinya sebelum mereka benar benar pergi.