Saat itu aku sedang duduk manis mencari angin segar
bersama mereka. Saat tiba tiba kau melintas dihadapanku, dengan wajah yang
sangat polos. Bagai angin segar yang menyejukkan pandanganku. Wajah yang entah
dari sudut mana dia memancarakan pesonanya. Aku akui terhitung sejak saat itu
aku mulai sering memandangimu. Setelah sekian lama kita berada di kelas yang
sama, entah kenapa baru sekarang aku sadar bahwa sebenarnya kau itu benar benar
mempesona.
Hampir setiap hari aku bertemu denganmu, dan sesering
itulah aku mulai memperhatikanmu. Sekarang setelah hari itu, mataku seolah tak
mau lepas memandangimu. Aku tak ingin menyianyiakan kesempatan itu. kesempatan
melihatmu dari dekat. kesempatan yang selama satu semester lalu kuabaikan.
Sejak saat itu aku mulai merasakan hal aneh, aku merasa
ada yang aneh saat kamu tak ada di kelas, aku mencarimu. Dan aku merasa benar
benar bersemangat saat akan menghadiri kelas yang ada kamu didalamnya.
Sejak aku
merasakan keanehan itu, aku sadar...
kurasa aku
menyukaimu,
iya benar aku
memang sudah terlanjur menyukaimu.
Rasa suka yang
berbeda dengan yang sebelumnya, benar benar beda.
Banyak kesempatan yang datang padaku untuk mendekatimu,
tapi entah kenapa aku malah merasa gugup saat kesempatan itu datang padaku. Awalnya
kupikir tak apalah menyukaimu dalam diam. Biar aku, tuhan, dan teman temanku
saja yang tahu. Tapi......
Hal yang tak
pernah kuduga sebelumnya datang menimpaku.
Temanmu, datang mendekatiku.
Dia datang menawarkan
perhatiannya kepadaku saat aku berharap kau yang melakukan itu.
Dia temanmu itu
datang mendekatiku, melalui chat kita (aku dan dia) mulai dekat. Iya dekat, tapi
hatiku tidak.
Dihari ulang tahunku, hari dimana aku bertambah dewasa,
di hari itu sesuai janjiku kepada mereka sahabatku. Aku akan mengatakan bahwa
selama ini aku menyukaimu. Di hari itu aku benar benar merasa kacau,
mempersiapkan diri membuang malu hanya untuk mengatakan aku menyukaimu. Baiklah
akan kukatakan nanti seusai kelas.
Seusai kelas kupikir
aku akan mengatakannya, tapi ternyata....
Karena kebodohanku
melewatkan kesempatan yang ada,
Temanmu mendahului janjiku. Dia terlebih dulu menyatakan
kalau dia menyukaiku, dan dia ingin aku menjadi kekasihnya.
Jujur aku
katakan padanya aku tidak bisa, dengan alasan aku menyukai orang lain.
Senang rasanya dia bisa mengerti, dan tidak memaksa. Tapi
masih ada satu hal yang mengganjal, yaitu rasa suka ku padamu.
Saat akan
pulang akhirnya, kuputuskan untuk mengatakan padamu.
Akhirnya kuberanikan
diriku menyatakan ini,
Dengan alibi aku kalah dalam truth or dare ku bilang padamu kalau sebenarnya aku
menyukaimu.
:’)
Lega rasanya,
akhirnya kata “aku menyukaimu” dapat kusampaikan padamu.
Pada awalnya, tak apa bagiku jika kamu tak merespon. Tapi
entah kenapa semakin hari aku semakin di buat bingung dengan sebenarnya
bagaimana perasaanmu saat aku menyatakan itu.
Terlebih lagi saat aku ingat kau me-DM ku sesaat setelah
aku mengatakan itu meski hanya megucap selamat ulang tahun. Sekarang aku benar
benar bingung. Dan sekarang aku butuh jawaban,tentang apa yang harus aku
lakukan setelah ini. Move on? Atau Menunggu?
Aku benar benar bingung, apa yang harus kulakukan
selanjutnya, aku tak mungkin menunggu jika memang kamu tak memiliki respon apa
apa untukku, tapi aku juga tak bisa berpindah kelain hati kalau ternyata kamu
berniat memberi kesempatan itu.
Dan pada akhirnya kuminta temanku menanyakan hal itu.
karena aku sudah
memutuskan,
jika sampai saat dimana pernyataan itu tak juga kau
respon dengan tegas, aku akan berpindah hati. Maaf.. karena aku tak suka
menunggu. Itu melelahkan. :’)
Kalau pada akhirnya tak dapat termiliki
harusnya
sejak awal tak menyukai
tidak
harusnya
sejak awal tidak melihat
bukan
sejak awal
harunya
tidak pernah bertemu
inspired by hers love story. my best friend. ^^