looking for a petal here

2014/04/07

Dear Miki

Dear Miki,

04 April 2014,
Hari dimana aku bertemu kamu.
Mungkin lebih tepatnya hari dimana aku menunggumu.
Aku menunggumu semata mata hanya karena aku ingin melihat wajah yang mampu melelehkan hatiku.
Wajah yang bagaikan sinar matahari yang perlahan mencairkan salju.
Bagai musim semi dadakan kala itu kau hadir dihadapanku.
Melihat matamu yang tajam menatapku,mata yang bagai kristal es itu.
Begitu dingin menatap tajam.
Aku jadi penasaran, bayangan apa yang mungkin terlintas dipikiranmu.
Apa yang kamu pikirkan saat aku yang salah tingkah ini menatap penuh kebahagiaan kepadamu.
Senang,bosan,biasa saja,atau bahkan benci.
Ingin aku sekali saja memiliki kemampuan membaca pikiranmu.
Agar aku tahu makna dari tatapan singkat yang tajam itu.
Aku tahu mungkin kau bosan, atau bahkan merasa risih ketika aku yang tak karuan ini sering sekali melempar pandangan kepadamu.
Bodoh! Benar benar bodoh.
Jujur kuakui aku tak pernah sekonyol ini.
Mencari cari kehadiran yang tak ingin kucari.
Menunggu seseorang yang tak ingin kutunggui.
Aku merelakan waktukku untuk menunggumu hadir didepan mataku.
benar benar bodoh membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berarti.
Meskipun saat kau hadir,tak ada yang bisa kulakukan.
Selain memuaskan pandanganku padamu.
Karena bagiku belum tentu besok aku bisa melihatmu lagi.
Maaf.
Mungkin kata itu yang harusnya kuucapkan padamu.
Maaf karena selama ini aku mengotori pandanganmu.
Maaf bila selama ini kamu merasa risih akan kehadiranku.
Tapi asal kau tahu kehadiranmu dihadapanku bagai bunga sakura.
Indah, menyenangkan, meski hanya sesaat.
Bagiku kamu dan bunga sakura itu sama.
Sama sama hal yang selalu kutunggu, kapan aku bisa melihatnya.
Bagiku kamu juga seperti bintang.
Indah, tapi tak bisa termiliki.
Begitu berartinya dirimu bagiku.
Tapi tidak dengan aku dimatamu.
Aku sadar akan tempatku.
Dalam buku yang kubaca penulisnya mengatakan

 “mereka yang berada dilangit hanya akan mencintai yang juga berada dilangit”

Dan kurasa itu memang benar.
Aku benar benar minta maaf.
Jadi terhitung dari saat itu,
Seperti yang telah kutulis sebelumnya.
Aku ingin mengakhiri semuanya.
Kan kulepas semua rasa dalam diam ini.
Aku yang memulainya sendiri, dan harus bisa kuakhiri sendiri.
Kan kutamatkan cerita ini meski tanpa ada akhir.
Cerita yang berawal tanpa awal harusnya juga diakhiri tanpa akhir.
Baik baiklah kamu dimanapun berada.
Biar Dia yang menjagamu.

Tangisan hitam dalam rona senyuman bunga cherry.

Dibulan April untuk Miki.

Kurasa telah mewakili segalanya.
Maaf dan Terimakasih.
                    
 Dari yang mencintamu dalam diam


by : yunaanee & caprilarnation. :')