Hai..
April..
Bulan terindah sepanjang tahun.
April..
Bulan terindah sepanjang tahun.
Rona segar semerbak wangi bunga cherry,
Menyambut seluruh alam.
Akhirnya,
Penantian dari dinginnya kristal es,
Terbayar oleh kehangatan aroma bunga cherry.
Namun,
Angin merusak tatanan mahkotanya,
Tetesan air mata tuhan memaksanya untuk segera pergi,
Pupus daun hijau segar menduduki tahtanya.
Sungguh,
Hanya sekejap kebahagiaan itu datang.
Menyisakan kehangatan,
Melebur kebekuan hati.
Hai..April..Di bulan ini,Dua insan dilahirkan.Terpaut sangat jauh,Terbentang antara sembilan tahun, sepuluh hari.Bagai bintang dan bintang laut,Yang entah kapan bisa bertemu.Satu mengawali ,Dan yang lain menjadi kelopak terakhir.Keduanya dipaksa berpisah,Tanpa adanya pertemuan.Tak pernah bertemu,Bagaimana bisa,Saling mengenal.Tak pernah mengenal,Bagaimana bisa,Saling mencinta.Tak pernah mencinta,Bagaimana bisa,Berpisah.Ranting coklat kehidupan,Jadi saksi akan kemustahilan itu.Dari tahun ke tahun,Sampai pohon tempat mereka berdiamMati termakan waktu.
Hai..
April..
Apa yang salah?
Kenapa kau bersedih?
Bukannya harusnya kau berbahagia?
Bulan ini akan jadi milikmu?
Seutuhnya...
Tapi..
Kau nampak tak bahagia.
Apa yang salah?
Katakan padaku..
Hai..
April..
Entahlah..
Aku sendiri juga tak tahu.
Mungkin karena dia.
Dia pohon kristal es itu.
Dia tiba tiba tumbuh dan bersemayam disini,
Di titik pusat kehidupan yang kumiliki.
Awalnya dia nampak seperti,
Seperti pohon oak yang hangat.
Tapi...
Ternyata dia,
Tumbuh menjadi pohon kristal es.
Akarnya yang tajam dan kuat itu menyebar keseluruh bagian tubuhku.
Begitu dingin dan menyakitkan.
Tak sedikitpun kehangatan yang muncul.
Harusnya,
Sekarang,
Di bulan ini,
Segala kebekuan dan kedinginan itu sirnah.
April..
Sudahlah...
Hentikan..
Percayalah,
Di bulan ini,
Kehangatan itu,
Akan datang.
Kebekuan itu,
Akan terlebur.
Dia,
Sutradara yang mengatur
segalanya,
Pasti akan bertanggung jawab.
Bersabarlah.
Nikmati harimu,
Abaikan kesakitan itu.
Kelak...
Kehangatan itu pasti datang.
Mencairkan segalanya.
Percayalah.
Biru, Merah, Merah Jambu,Hijau dan sekarang Hitam.
Taukah kau apa arti dari semua warna itu?
Taukah kau apa arti dari semua warna itu?
Biru awal pertemuan.
Merah untuk pertama kalinya terhubung.
Merah jambu, senyuman pertama.
Hijau, keluguan dan keindahan itu makin terpancar.
Dan Hitam.. segalanya menjadi akhir dari penantian.
Tangisan Hitam dalam rona Senyuman Bunga Cherry,
di bulan April untuknya,

