looking for a petal here

2014/04/19

Kau Harusnya Tahu

Untuk pertama kalinya aku melakukan hal hal yang diluar kebiasaanku.
Aku mulai tertarik menggunakan cream untuk mempercantik wajahku,
Sejak awal memang aku tak pernah melakukan perawatan seperti itu,
Menahan perihnya pengelupasan kulit mati,
Menahan rasa gatal,
Semua ketidaknyamanan  itu tak pernah kualami sebelumnya,
Namun saat itu kubulatkan tekatku untuk melakukan perubahan kecil,
Kuterima tawaran dari ibu yang entah sudah berapa kali ku tolak sebelumnya.
Kulakukan semua itu karena mu,
Karena aku menyukaimu.
Tapi......
15 april 2014
Hari itu sehari setelah aku genap berusia 19 tahun.
Aku memutuskan diam diam melihat akun pribadimu,
Dan hari itu juga aku merasakan hal yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Dengan bodohnya aku menangisi gambar yang menjadi foto profilmu.
Kemarin di hari jadiku, sejujurnya aku hanya ingin melihatmu. 
atau lebih tepatnya melihat senyumu.
Sebagai kado terindah yang kuinginkan,
Karena memilikimu pun tak mungkin jadi kado untukku saat ini.
Jadi setidaknya hari itu aku berharap kau ada dihadapanku,
Sebagai penggantinya.
Tapi seharian aku berada di kampus,
Tak sekilaspun aku melihatmu.
Karena itu keesokkan harinya aku melihat akun SNSmu,
Tapi ternyata aku malah merasakan sakit karena satu foto itu..    
Dalam foto itu terlihat jelas kau begitu bahagia, begitu juga dengannya.
Senyum penuh kebahagiaan terpancar diantara tatapanmu dengannya.
Betapa bahagianya kalian.
Saat itu juga,
Diantara senyum bahagia itu, air mataku menetes dengan menyedihkan.
Hari itu aku benar benar merasa marah,konyol,bodoh, bahkan malu pada diriku sendiri.
What a pity!
Aku terlihat sangat konyol dan menyedihkan.
Apa cinta selalu berakhir seperti ini..
Untuk kesekian kalinya aku harus memutuskan lagi..
Meninggalkan semua tanpa ada kesempatan untuk dicoba.
Tak bisakah kau memberiku satu saja kesempatan untuk mencoba?
Hanya sekali saja,
Sekali dan aku berjanji akan menyerah jika memang aku tak mampu.
Setidaknya biarkan aku mencoba.
Jika seperti ini terus aku benar benar akan dicap sebagai orang terkonyol.
Aku selalu mengakhiri segala sesuatu yang kumulai sendiri tanpa ada kesempatan untuk dicoba.
Selalu menyerah pada akhirnya tanpa ada kesempatan untuk dicoba.
Kumohon padamu tolong jika memang pada akhirnya kau akan tetap memilihnya,
Setidaknya tolong beri aku satu kesempatan.
Mungkin setelah kau beri kesempatan itu, aku yakin pasti aku akan bosan dan akan menyerah dengan sendirinya.
Kumohon padamu, satu kesempatan saja. Tolong.
Hanya satu kesempatan, ijinkan aku mencobanya sebelum aku benar benar menyerah.
Maaf jika memang aku terlalu egois, tapi bukankan aku juga berhak akan hal itu?

...............................................

Baiklah mungkin memang aku terlalu berlebihan,  karena memang ini pertama kalinya untukku.
Maafkan aku..
Aku tak mampu mengontrol hatiku.
Aku sudah lelah.. tak tahu lagi apa yang harus kulakukan.
Selain mengharap kesempatan darimu.
Aku benar benar minta maaf.
Bagiku ini tidak wajar, dan benar benar diluar logika.
Mulai sekarang aku akan mencoba mengakhirinya,
aku akan mengakhiri semuanya.
Aku akan berhenti berharap.
Aku akan memulai segalanya dari awal.
Melupakan segalanya, dan berjanji tidak akan lagi mencinta seorangpun.
Aku sudah benar benar lelah. Bukan satu atau kedua kalinya,
Sebenarnya kali ini ketiga kalinya.
Untuk ketiga kalinya aku selalu tidak memiliki kesempatan.
Aku benar benar muak. Lelah.

2014/04/07

Dear Miki

Dear Miki,

04 April 2014,
Hari dimana aku bertemu kamu.
Mungkin lebih tepatnya hari dimana aku menunggumu.
Aku menunggumu semata mata hanya karena aku ingin melihat wajah yang mampu melelehkan hatiku.
Wajah yang bagaikan sinar matahari yang perlahan mencairkan salju.
Bagai musim semi dadakan kala itu kau hadir dihadapanku.
Melihat matamu yang tajam menatapku,mata yang bagai kristal es itu.
Begitu dingin menatap tajam.
Aku jadi penasaran, bayangan apa yang mungkin terlintas dipikiranmu.
Apa yang kamu pikirkan saat aku yang salah tingkah ini menatap penuh kebahagiaan kepadamu.
Senang,bosan,biasa saja,atau bahkan benci.
Ingin aku sekali saja memiliki kemampuan membaca pikiranmu.
Agar aku tahu makna dari tatapan singkat yang tajam itu.
Aku tahu mungkin kau bosan, atau bahkan merasa risih ketika aku yang tak karuan ini sering sekali melempar pandangan kepadamu.
Bodoh! Benar benar bodoh.
Jujur kuakui aku tak pernah sekonyol ini.
Mencari cari kehadiran yang tak ingin kucari.
Menunggu seseorang yang tak ingin kutunggui.
Aku merelakan waktukku untuk menunggumu hadir didepan mataku.
benar benar bodoh membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berarti.
Meskipun saat kau hadir,tak ada yang bisa kulakukan.
Selain memuaskan pandanganku padamu.
Karena bagiku belum tentu besok aku bisa melihatmu lagi.
Maaf.
Mungkin kata itu yang harusnya kuucapkan padamu.
Maaf karena selama ini aku mengotori pandanganmu.
Maaf bila selama ini kamu merasa risih akan kehadiranku.
Tapi asal kau tahu kehadiranmu dihadapanku bagai bunga sakura.
Indah, menyenangkan, meski hanya sesaat.
Bagiku kamu dan bunga sakura itu sama.
Sama sama hal yang selalu kutunggu, kapan aku bisa melihatnya.
Bagiku kamu juga seperti bintang.
Indah, tapi tak bisa termiliki.
Begitu berartinya dirimu bagiku.
Tapi tidak dengan aku dimatamu.
Aku sadar akan tempatku.
Dalam buku yang kubaca penulisnya mengatakan

 “mereka yang berada dilangit hanya akan mencintai yang juga berada dilangit”

Dan kurasa itu memang benar.
Aku benar benar minta maaf.
Jadi terhitung dari saat itu,
Seperti yang telah kutulis sebelumnya.
Aku ingin mengakhiri semuanya.
Kan kulepas semua rasa dalam diam ini.
Aku yang memulainya sendiri, dan harus bisa kuakhiri sendiri.
Kan kutamatkan cerita ini meski tanpa ada akhir.
Cerita yang berawal tanpa awal harusnya juga diakhiri tanpa akhir.
Baik baiklah kamu dimanapun berada.
Biar Dia yang menjagamu.

Tangisan hitam dalam rona senyuman bunga cherry.

Dibulan April untuk Miki.

Kurasa telah mewakili segalanya.
Maaf dan Terimakasih.
                    
 Dari yang mencintamu dalam diam


by : yunaanee & caprilarnation. :') 




2014/04/04

Hai April

Hai..
April..
Bulan terindah sepanjang tahun.

Rona segar semerbak wangi bunga cherry,
Menyambut seluruh alam.
Akhirnya,
Penantian dari dinginnya kristal es,
Terbayar oleh kehangatan aroma bunga cherry.
Namun,
Angin merusak tatanan mahkotanya,
Tetesan air mata tuhan memaksanya untuk segera pergi,
Pupus daun hijau segar menduduki tahtanya.
Sungguh,
Hanya sekejap kebahagiaan itu datang.
Menyisakan kehangatan,
Melebur kebekuan hati.

Hai.. 
April..  
Di bulan ini,
Dua insan dilahirkan. 
Terpaut sangat  jauh, 
Terbentang antara sembilan tahun, sepuluh hari. 
Bagai bintang dan bintang laut, 
Yang entah kapan bisa bertemu. 
Satu mengawali , 
Dan yang lain menjadi kelopak terakhir. 
Keduanya dipaksa berpisah, 
Tanpa adanya pertemuan. 
Tak pernah bertemu, 
Bagaimana bisa, 
Saling mengenal. 
Tak pernah mengenal, 
Bagaimana bisa, 
Saling mencinta. 
Tak pernah mencinta, 
Bagaimana bisa, 
Berpisah. 
Ranting coklat kehidupan, 
Jadi saksi akan kemustahilan itu. 
Dari tahun ke tahun, 
Sampai pohon tempat mereka berdiam 
Mati termakan waktu. 

Hai..
April..
Apa yang salah?
Kenapa kau bersedih?
Bukannya harusnya kau berbahagia?
Bulan ini akan jadi milikmu?
Seutuhnya...
Tapi..
Kau nampak tak bahagia.
Apa yang salah?
Katakan padaku..
Hai..
April..
Entahlah..
Aku sendiri juga tak tahu.
Mungkin karena dia.
Dia pohon kristal es itu.
Dia tiba tiba tumbuh dan bersemayam disini,
Di titik pusat kehidupan yang kumiliki.
Awalnya dia nampak seperti,
Seperti pohon oak yang hangat.
Tapi...
Ternyata dia,
Tumbuh menjadi pohon kristal es.
Akarnya yang tajam dan kuat itu menyebar keseluruh bagian tubuhku.
Begitu dingin dan menyakitkan.
Tak sedikitpun kehangatan yang muncul.
Harusnya,
Sekarang,
Di bulan ini,
Segala kebekuan dan kedinginan itu sirnah.


April..
Sudahlah...
Hentikan..
Percayalah,
Di bulan ini,
Kehangatan itu,
Akan datang.
Kebekuan itu,
Akan terlebur.
Dia,
Sutradara yang mengatur segalanya,
Pasti akan bertanggung jawab.
Bersabarlah.
Nikmati harimu,
Abaikan kesakitan itu.
Kelak...
Kehangatan itu pasti datang.
Mencairkan segalanya.
Percayalah. 



BiruMerahMerah Jambu,Hijau dan sekarang Hitam.
Taukah kau apa arti dari semua warna itu?

Biru awal pertemuan.
Merah untuk pertama kalinya terhubung.
Merah jambu, senyuman pertama.
Hijau, keluguan dan keindahan itu makin terpancar.
Dan Hitam.. segalanya menjadi akhir dari penantian.
Tangisan Hitam dalam rona Senyuman Bunga Cherry,
di bulan April untuknya,